Tuesday, March 1, 2016

Romantisme Kota Palembang dan Pempeknyo

Assalamualaikum semua, tanggal 26 sampai 28 Februari 2016 lalu saya dan keluarga berkesempatan untuk mengunjungi salah satu wilayah di Indonesia yang terkenal akan Pempek beserta kuah cuko nya yang fenomenal sebagai salah satu makanan khas terpopuler di Indonesia selain rendang Padang yang rancak bana itu, yaitu PALEMBANG, Sumatera Selatan. 

Sebelum menuju pada lezatnya pempek, perjalanan ke Palembang, khususnya Muara Enim ini dalam rangka menghadiri acara pernikahan sepupu. Daerah Muara Enim ini ditempuh sekitar 5 jam perjalanan dari Kota Palembang. Jika dimulai dari Pontianak tentunya membutuhkan waktu lebih kurang 12 jam untuk benar-benar sampai di Muara Enim. Berangkat sekitar pukul tujuh pagi menuju Jakarta, transit, dan lanjut penerbangan ke Palembang selama satu jam. Sesampainya di Palembang, yaitu di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, saya cukup amazed dengan bandaranya yang sangat jauh dari kesibukan yang biasa kita lihat di bandara pada umumnya (yang keseringan lihatnya bandara Pontianak sama Soetta), Bandara SMB II ini stay cool, kalem, rame sih, tapi gak crowded dan sibuk. Selain itu bandaranya menurut saya tertata cukup mewah, dan baik untuk beberapa tahun kedepan mengingat Palembang akan menjadi salah satu tuan rumah dari Asian Games 18 maka bandara adalah salah satu investasi terbaik bagi suatu wilayah, selain mempersiapkan infrastruktur penunjang lain dalam menjadi tuan rumah untuk event besar mau pun proyek umum dalam meng-upgrade kota tersebut menjadi lebih baik untuk dikunjungi oleh wisatawan.

Setelah sampai di Palembang, makan siang dan lain-lain, perjalanan menuju tempat tujuan Muara Enim pun dimulai. Melewati kota Palembang dan disambut dengan sedikit macet karena proyek jalan, akhirnya kami pun melewati jembatan yang terkenal itu, Jembatan Ampera.

pic credit from igoid.com

Cukup melewati aja, gabisa foto karena siang-siang panas dan udah kucel :( 
Seperti pada umumnya, jembatan yang berusia cukup lama ini berfungsi menghubungkan kota yang terpisahkan oleh aliran Sungai Musi, yang merupakan sungai terpanjang di Sumatera.

Oh iya, Palembang itu terkenal dengan songketnya yang bikin ibu-ibu pusing, pusing saking cantiknya dan kudu wajib dibawa pulang. Palembang ini sangat menunjukkan ciri khas nya dimana-mana, mulai dari di bandara ditempatkan lemari yang memajang jenis-jenis songket (sayangnya ga di foto) sampai di restoran Minang pun langit-langitnya dihiasi songket warna-warni seperti ini.


Perjalanan menuju Muara Enim pun dimulai, ditemani dengan playlist yang itu-itu aja, jalanan yang terkadang bikin melompat dari jok mobil, banyak truk batu bara, pokoknya mirip aja gitu sensasinya dengan perjalanan menuju Singkawang dan sekitarnya. Mulai start jalan sekitar jam dua, sampai ke tujuan jam tujuh malam. Kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan malam di rumah keluarga mempelai wanita, dan mengenal lebih dekat keramah-tamahan warga Melayu Sumatera ini. Orang Palembang ini khas, agak oriental dengan ciri khas mata yang kecil dan kulit putih, terlebih lagi mereka sangat welcome dengan orang pendatang. Budaya yang sangat kekeluargaan, terutama dalam satu kompleks tempat tinggal membuat hajatan satu keluarga menjadi ramai dan terbantu. 

Esok harinya, dilanjutkan dengan acara akad nikah, dan disambung lagi dengan jamuan makan malam kembali sebelum resepsi keesokan harinya. Budaya kekeluargaan yang kental, keinginan penyelenggara hajat untuk memberi penyajian yang terbaik bagi para tamu, membuat para warga disini tidak malu untuk menyumbang suara mereka sepanjang acara baik itu pernikahan, resepsi, dan setiap diadakan jamuan makan malam. Bahkan budaya setempat, khususnya Muara Enim ternyata "belum sah rasanya" jika pengantin tidak menyumbangkan suara di hari bahagia mereka, jadi, pengantin wajib nyanyi. Sajian hiburan berupa tarian khas, dan beragam adat mencerminkan keberagaman budaya di Indonesia ini. Bahkan satu rumpun Melayu, Kalimantan dan Sumatera memiliki adat dan tradisi yang tentunya sangat berbeda. 


February 28th '16, resepsi Fian & Richa at Gedung Kesenian Dayang Rindu Muara Enim
Sangat disayangkan karena waktu perjalanan di Palembang yang terbatas dan hanya mengandalkan taxi, kami tidak sempat berkunjung ke Mesjid Agung, Mesjid Cheng Ho, Benteng Kuto Besak, apalagi Palembang Indah Mall (PIM) sama Gelora Sriwijaya hiks. 

Tapi yang penting kami dapat ini....
pic credit from Kaskus.co.id

PEMPEK!!!!

I just met personally with my favorite food since I was a kid, dan favorit saya adalah Pempek Kulit... dan yang bakar.. Alhamdulillah diperkenankan untuk makan pempek langsung dari sano nya, dari kampong nya asli :) ga banyak fotoin pempek, karena percayalah, untuk pertama kalinya disana saya merasa bosan makan pempek #WHAT? iya. Tapi pas balik rumah, ga bosen lagi gatau deh kenapa :p

Pempek ini merupakan makanan favorit saya sejak kecil, yang mengajarkan saya untuk jadi pencinta makanan pedas. Dulu sempat berandai-andai pengen makan pempek asli langsung di Palembangnya, dan baru kesampaian di 2016 ini.

Untuk tempat recommended beli pempek di Palembang atau pun sekitarnya, untuk di wilayah Muara Enim, ada Pempek Ena'O dan di Palembang tentunya banyak banget ya, salah satunya Pempek Candy di Jalan Kapten A. Rivai dekat tempat kami menginap di Batiqa Hotel Palembang. Batiqa Hotel merupakan hotel yang banyak branch nya. Hotelnya cozy, homey, ga besar tapi classy dan fasilitasnya sangat mencukupi, rasanya pengen lama-lama aja gitu disana apalagi wifi nya bagus (selalu). 

It's very nice to visit another city in Indonesia, mengenal budaya baru, berburu makanan dan barang khas, serta yang terpenting menyambung tali silaturahim dan memperkaya keluarga baru dengan adanya ikatan pernikahan dua insan manusia. Masih banyak hal indah yang belum ter-explore di Palembang ini, tourist attraction, makanan, mau pun barang khas serta karakteristik masyarakatnya. Namun, kesan yang baik sudah saya dapatkan disini, dan semoga ini bukan terakhir kalinya mengunjungi Palembang, atau mungkin Allah kasih umur dan rezeki untuk berkesempatan pergi ke kota-kota lain di Indonesia, dengan senang hati.



Last but not least, happy wedding bang Fian and ka Richa, wish you have a happy marriage till the rest of lifetime till akhirat, have a shalih&shalihah children, and blessed by Allah SWT.



Kapan nih kita nyusul?? :)



No comments:

Post a Comment