Tuesday, April 12, 2016

Story - Wearing Softlens, Review Nobluk Brown & Geo Angel Grey

Punya mata minus memang sudah saya perkirakan sejak SMA, karena aktivitas menghadap layar laptop sambil begadang yang sering banget saya lakuin (jangan dicontoh) dan nonton tv terlalu dekat. Waktu SD/SMP gitu saya pernah wondering gimana ya rasanya pake kacamata, sampe beli kacamata berlensa normal cuma buat gaya-gayaan. Gejala-gejala minus sudah saya rasakan sebelumnya, ga bisa melihat tulisan yang agak jauh padahal teman-teman lain bisa. Pada akhirnya minus beneran yang baru saya sadari ketika eye check untuk tes kesehatan tahun 2012 lalu, yaitu tutup sebelah mata dan berdiri sekitar dua meter dari objek huiruf dan angka kemudian disuruh menyebutkan huruf/angka yang ditunjuk. Mau tidak mau saya beli kacamata, karena kondisi saat itu lagi di negeri orang, jadi beli kacamata yang sesuai budget dan saya dinyatakan kalau tidak salah minus berbeda pada mata kiri dan kanan yaitu 0.75 dan 1.00 . Pengalaman pertama memakai kacamata ribet banget pastinya, sangat tergantung dengan kacamata, kalau ketinggalan bye deh musti duduk di depan kalau di kelas, terus pas jalan-jalan juga ga bisa leluasa lihat suasana sekitar karena agak rabun. Kesulitannya lagi, saya orangnya gampang berkeringat, saat berkeringat uap dari kepanasan dan keringatan itu mengarah pada kacamata saya dan menyebabkan kacamatanya berembun. Saat itulah keribetan terjadi lagi, saya harus bolak balik lap kacamata.

Setelah sekian bulan dengan kacamata pertama, saya ke optik untuk kembali memeriksakan kondisi minus di mata saya dan memutuskan untuk mengganti frame dan lensa kacamata dengan lensa yang lebih tahan berembun. Setelah cek minus, ternyata minus saya bertambah (lupa tepatnya berapa) dan salah satu mata menjadi minus 2.00, OMG. Akhirnya saya nunggu beberapa hari sampai kacamata tersebut selesai karena lensanya harus pesan dulu. Jadilah saya memakai kacamata baru dengan minus yang bertambah, dan menyebabkan saya agak keliyengan sedikit karena penyesuaian dengan minus yang lebih tinggi.

Bertahun-tahun mengenakan kacamata dengan segala drama nya, finally saya menemukan drama baru yaitu memberanikan diri pakai softlens untuk moment wisuda. Perlu saya beritahukan kalau saya menggunakan softlens bukan semata-mata untuk kecantikan, tapi berhubung saat wisuda itu pakai makeup dan keringatan yang tidak bisa dihindari, saya tidak mau moment wisuda jadi moment sibuk lap keringat di pinggirang frame kacamata bagian bawah, belum lagi uap keringatnya. Dengan alasan biar tidak ribet dan bisa melihat suasana dengan jelas, saya memutuskan untuk membeli dan memakai softlens untuk pertama kalinya. Softlens pertama yang saya beli adalah dari Freshlook dengan warna brown biar natural. 

"Mba sudah pernah pakai softlens sebelumnya?" tanya mas-mas optik, 
"Belum" 

Akhirnya saya pun simulasi (?) memakai softlens untuk pertama kalinya dengan menggunakan softlens bening yang disediakan. Kebersihan, adalah kunci utama bagi softlens wearer, jadi hal yang wajib dilakukan sebelum dan sesudah penggunaan softlens adalah mencuci tangan sebersih-bersihnya dengan sabun cuci tangan. Hal ini sekaligus melatih saya untuk membudayakan cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Setelah itu mulai lah saya bergelut dengan softlens bening, pas pemasangan diliatin sama mas-mas dan teman saya malah bikin makin grogi -__- gemeteran broh. Setelah bisa pasang dan lepas softlens, saya dengan yakin membelinya dan siap buat memasuki dunia baru (?) ini. Sebenarnya saya pengen banget 1 day disposal softlens yang rata-rata merk Acuvue yang tentunya lebih higienis, tidak ribet, dan tidak buang-buang softlens juga. Loh?bukannya pake 1 day disposal softlens malah buang-buang softlens? nah berhubung saya jarang banget pakai softlens, apalagi kalau cuma keluar rumah sebentar, atau mau pergi dadakan, apalagi berkendaraan sepeda motor yang rentan masuk debu, saya hanya menggunakan softlens pada acara tertentu atau pun saat waktu siap-siap lebih lama, karena pakai softlens membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi wkwk. Bagi  saya 1 day disposal softlens sebenarnya bisa lebih hemat daripada beli softlens dengan masa pakai 1 bulan seperti Freshlook dan jarang saya pakai seperti beberapa waktu lalu.

Mari kita lupakan sejenak 1 day disposal softlens dan langsung pada review softlens yang baru-baru ini saya gandrungi (?) dan membuat saya berani untuk beli softlens selain di optik, tapi tentunya pastikan softlens original. Di sini saya hanya akan perlihatkan foto softlens setelah dibuka, karena buru-buru pengen nyoba, botol kecil softlensnya langsung saya buka dan tidak sempat difoto.


NOBLUK BROWN

Nobluk Brown (Diameter : 14.5mm Water :42%. lifespan : 6 months)

Saya jatuh cinta dengan softlens @Nobluk dari Dreamcon ini. Kenyamanan softlens ini menurut saya bisa mengalahkan softlens andalan sebelumnya yaitu Freshlook. Softlens ini tipis, bahkan terlihat rapuh (?) untuk itu perlu hati-hati banget saat memegang dan membersihkan softlens nya. Nobluk terkenal akan warna-warna vibrantnya dengan pattern yang sederhana, jadi tetap memberi kesan natural dengan diameter yang memberi efek belo' tapi tidak terlalu besar. Paling hits dari Nobluk ini adalah warna abu-abunya yang ketche abizz..tapi saya gak berani atau lebih tepatnya belum berani untuk nyobain, ntar dikira "kepengen banget jadi bule" lagi. Akhirnya karena rasa penasaran saya waktu itu dari review Nobluk yang katanya nyaman banget dipake, saya memutuskan untuk beli warna coklat yang dalam fikiran saya adalah warna paling aman. Ternyata...saya salah besar sodara-sodara, warna coklatnya vibrant sekaliiii..coklat muda
so vibrant for me 
Something I hate... di awal pemakaian sometimes sedikit membuat mata saya perih, tapi sedikit dan sebentar saja, setelah itu nyaman-nyaman saja dan saya pakai dalam waktu 4 sampai 5 jam tanpa tetes dan perasaannya tidak terlalu banyak perasaan ganjel, seperti softlens sebelumnya yang saya pakai. Bahkan kali ini saya agak ngeri suatu saat bakal kelupaan lepas softlens karena berasa ga pakai apa-apa. Untuk warnanya, I love it!, softlens ini mengingatkan saya dengan mata wanita India yang ngejreng tapi agak sayu-sayu gimana gitu, memang terlalu vibrant buat saya yang kurang suka sesuatu yang mencolok, tapi sekali-sekali dipake buat jalan, hayuk ajah. It's gonna look best with eye makeup and clear skin. 

GEO ANGEL GREY
Geo Angel Grey Diameter 14mm, lifespan:1 year, water content 38%
Softlens kedua yang membuat saya jatuh cinta lagi adalah dari Geo seri angel yang warna grey. This what I'm looking for dari segi warna. Beberapa hari sebelumnya saya nonton salah satu talkshow di tv, salah satu guest nya menggunakan softlens warna abu-abu tapi natural banget, ga terlalu vibrant tapi bikin mata dia "pop". Kemudian saya di broadcast online shop tempat saya beli softlens Nobluk tadi @clicklensshop dan sedang ada promo diskon untuk softlens ini dan FYI olshop ini free ongkir loh guys :*. Saya pun cari review dari softlens ini dan so far penampakan warna nya rata-rata natural banget, akhirnya saya putuskan untuk beli lagi, karena saya butuh softlens yang warnanya lebih calm down gitu, toh ini adalah 1 year disposal, jadi bakal lama banget pakainya dan semoga bisa saya rawat dengan baik :) 

love how natural it is
Dari segi ketebalan softlens ini mirip ketebalan Freshlook, kalau masalah nyaman atau tidak, pertama kali saya coba untuk foto dan lihat warnanya, softlens ini cukup nyaman, tapi belum tahu kalau dipake agak lama. But overall, suka karena warnanya yang nge-blend di mata dan softlensnya masih dalam kategori nyaman karena gampang dipakai dan tidak bikin perih juga. 


Have you ever feel  bad experience while wearing softlens?

Pernah banget! Pertama kali pakai tentunya it's difficult for me to handle the dryness, plus ngeganjel yang sangat tidak nyaman. Bersyukurlah kalian yang memiliki mata normal, jagalah dengan baik aset berharga tersebut dan ga perlu deh coba-coba in pakai softlens, ga enak, ribet lagi (lah kok jadi ngatur-ngatur?). Ok balik lagi, kemudian yang kedua kalinya saat itu pengalaman pertama saya nyoba beli softlens online, dan bodohnya saya ga cari-cari referensi yang banyak soal softlens dan main beli aja karena ga sabaran (maafkan saya yang dulu). Akhirnya saya beli dan coba lah softlens tersebut. Pertama kali coba, wow susaaaaah banget masangnya Ya Allah sampai saya nangis nangis (ni beneran), setelah softlens terpasang pun bagian waterline (bawah mata saya) memerah. Saya berfikir, "oh mungkin belum terbiasa", dan ga enaknya lagi ini softlens sangat mengganjal mata saya, berasa ada bayang-bayang semu (?) gitu dan bukan cuma sementara. Saya ga pernah bisa bertahan lama sampai berjam-jam dengan softlens itu padahal baru pertama kali coba. Untuk kesekian kalinya saya coba pakai lagi softlens itu, dan hasilnya sama, drama berair mata dulu sebelumnya, baru bisa kepasang dan itu pun masih berair mata. Akhirnya, daripada ngerusak mata sendiri, saya pun ga mau lagi pakai itu softlens. Kenapa bisa begitu? softlens itu memang jauh lebih tebal dari dua softlens di atas, karena materialnya pun berbeda. That means, mata saya tidak bisa menghandle softlens dengan material tebal tersebut. 

For your information, untuk kalian terutama yang memiliki mata sensitif, kalau bisa hindari softlens yang agak tebal, biasanya bahan dasarnya adalah hydrogel something. Sebaiknya pilih yang berbahan dasar Hema atau Polyhema, saya lebih cocok pakai ini karena mostly agak tipis dan lebih nyaman. Saya jujur saja kurang tahu menahu soal softlens, tapi hal basic ini saya pegang sebelum saya memutuskan untuk beli softlens. Pada awalnya saya mempertimbangkan kadar air saja, tapi ternyata kadar air tidak menjamin softlens itu nyaman, tapi lebih kepada bahan dasar softlens. Tapi kalau bisa beli saja yang kadar airnya paling tidak 48% ke atas, di pertengahanlah, tidak terlalu sedikit atau banyak. Then, kalau kalian bermata minus, dan kanan kirinya beda. sometimes ada shop yang bolehin pesan kanan kiri beda warna, tapi kalau kalian ga mau ribet, pilih yang minusnya lebih rendah. 

Sekian review softlens, penggunaan dan pengalaman yang saya punya. Saya menggunakan softlens bukan semata-mata untuk jadi cantik atau apa pun itu, softlens saya gunakan untuk saat tertentu agar lebih praktis. Kalau tidak buat kecantikan, kok belinya yang warna warni sih? karena sayang aja gitu kalo beli yang hitam :p, ngga deng, karena jarang nemu softlens hitam yang pas spesifikasinya, mostly diameter kebesaran sampe 20an mm -__-, kalo yang bening rata-rata yang 1 day disposal tadi dan susah juga pakainya, kan transparan gitu. 

Softlens dan kacamata memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, softlens ribet di awal tapi simple di akhir, sedangkan kacamata simple di awal tapi disaat tertentu juga bisa bikin ribet. Intinya, apa yang nyaman dan aman bagi kita, dan tujuannya bukan untuk berlebih-lebihan InsyaAllah tidak mengapa, Wallahualam. 

See you on the next post! :)

No comments:

Post a Comment