Thursday, August 4, 2016

Petualangan Softlens yang Berlanjut dan Kejadian Tragis (New Look Wonder-Brown)

Assalamualaikum..

Petualangan saya di dunia softlens belum berakhir. Saya masih senang coba-coba softlens (tentunya tetap selektif) dalam memenuhi kebutuhan penglihatan yang lebih nyaman serta leluasa dalam beraktivitas. Poin penting tujuan utamanya adalah membantu penglihatan tanpa harus sibuk dengan keringat yang nempel di bingkai kacamata atau pun kacamata berembun terkena uap keringat. Teman saya dan saya sendiri sempat ngobrol dan bertanya-tanya, kenapa sih orang yang matanya ga minus sekarang ini berani banget pakai softlens warna-warni? apalagi yang dijual 50ribuan di onlineshop. Ga ngeganjel apa tuh softlens gede-gede di mata dia? Kalau saya punya mata normal, saya mungkin ga akan berani coba pakai softlens untuk sekedar gaya-gayaan (mungkin loh ya). Pakai softlens itu jujur aja banyak ga enak dibanding enaknya, enaknya yaitu lebih ga ribet dengan kacamata, membantu penglihatan bagi yang punya mata minus, sekaligus bikin tampilan beda juga. Bagian ga enaknya adalah, meningkatkan resiko iritasi pada mata, harus telaten juga untuk menjaga kebersihan karena kena debu sedikit softlens bisa jadi ga nyaman di mata, dan berbagai permasalahan yang mungkin terjadi seperti cerita saya dibawah ini, cekidot!

Bulan lalu saya sempat nekad lagi untuk membeli softlens warna, sebab tragedi softlens bening yang terjadi. Ceritanya saya pakai clear softlens, sepulang kerumah, saya lupa kalau harus copot softlens dulu sebelum membersihkan sisa makeup terutama bagian mata. Saya usrek-usrek deh tuh untuk ngebersihin makeup mata sebelah kiri. Setelah itu saya baru ingat kalau lagi pakai softlens, sebab mata sebelah kanan berasa jelas gitu kalau ngelihat, sementara mata kiri biasa aja. Ternyata, saya perhatikan lagi bener-bener di kaca, dan ternyata lensa di mata sebelah kiri sudah raib sodara-sodara. Heart attacked sebentar, mau panik tapi mencoba menenangkan diri. Saya cuci tangan bersih-bersih, kemudian mulai menyiapkan diri buat ubek-ubek (?) mata kiri saya. Udah ngebayangin yang macam-macam? pasti, udah ngebayangin itu softlens ga ketemu dan harus ke dokter mata, bla bla. Belum lagi softlensnya bening dan tipis. Kemudian pelan-pelan saya pegang dan balikkan kelopak mata pelan-pelan, sebelumnya saya raba-raba dulu bagian samping tulang hidung atasnya dan bagian bawah tulang alis, perkirakan softlensnya ada di bagian mana. Finally sekitar lima menit, Alhamulillah setelah angkat-angkatin kelopaknya, saya nemu softlensnya dalam keadaan terlipat, duh pengen nangis terharu rasanya. Sejak itu, beberapa hari saya break pakai softlens, dan menekankan diri untuk selalu ingat pakai dan lepas softlens sebelum melakukan hal apa pun pada wajah. 

Singkat cerita, karena kejadian tersebut, untuk selanjutnya saya mau beli softlens yang ada warnanya aja, biar ga ada kejadian "lupa kalau lagi pakai softlens" lagi. Jadilah saya ke optik untuk beli softlens yang cukup murah, yaitu softlens New Look Wonder yang warna brown. Oh iya, saya tidak attach foto apa pun (packaging dan warna New Look softlens) di entri ini, kalau ada yang belum tahu softlens New Look itu yang mana, bisa di googling aja. Sesampainya di rumah, saya bersiap untuk mencoba softlens baru, cuci tangan, bersih-bersihin softlens nya, dan lain-lainnya. Saya coba terlebih dahulu di mata sebelah kanan. Seperti biasa, struggling pada awal pemakaian yaitu susah untuk nempel ke mata dan mesti sabar dengan lens yang selalu lengket di jari. Setelah akhirnya ada tanda-tanda mau nempel dimata, kok malah berasa nusuk-nusuk ya. Saya coba kedip sekali dua kali, awal penyesuaian agak perih seperti biasa. Tapi perasaan seperti nusuk-nusuk dan ada sesuatu yang mengganggu itu masih belum hilang. Mulai ga kuat setelah beberapa detik, akhirnya saya copot, bersihin lagi, dan saya coba pasang di mata sebelah kiri. Kali ini lebih gampang, tapi rasa mengganggu seperti ada sebutir debu/pasir yang nusuk (gitu rasanya) itu masih ada juga. Kemudian saya copot lagi, dan periksa lensa nya, in case dia robek atau ada sesuatu yang nempel. But, I couldn't find anything, dan saya bersihin terus pelan-pelan. Lalu saya coba bersama pasangannya, alias pakai softlens di kedua mata saya untuk memastikan apakah yang satu lagi juga menimbulkan sensasi mengganjal yang sama. Softlens sebelahnya saya coba juga dan tidak ada masalah, tidak ada ganjalan sama sekali. Ternyata masalahnya hanya ada pada yang satu tadi. 

Saya kurang tahu pasti apa penyebabnya, setelah beberapa kali copot pasang dan masih merasa ga nyaman di mata, akhirnya saya putuskan ga bisa pakai lagi nih softlens daripada kenyamanan mata saya yang jadi korban. Saya juga belum menemukan review blog yang negatif tentang softlens ini mungkin saya aja yang saat itu sedang apes (just kidding), maksudnya belum rezeki saya untuk pakai ini, mungkin saya aja yang saat itu sedang apes (just kidding), maksudnya belum rezeki saya untuk pakai ini. mungkin saya aja yang saat itu sedang apes (just kidding), maksudnya belum rezeki saya untuk pakai ini. Jadilah saya merelakan softlens beberapa puluh ribu tersebut untuk dibuang padahal belum juga 24 jam berada di rumah :( 

Pelajarannya adalah, jangan terburu-buru memutuskan untuk beli satu softlens. Apalagi kalau mata kita termasuk tipe yang sensitif. Sebenarnya saya ga tau sih mata saya ini sensitif atau nggak, tapi setelah beberapa kali kejadian tidak meng-enakkan saat pakai softlens tertentu, mulai dari mengganjal, berair, ga nyaman, sampai kejadian tadi membuat saya lebih aware sekaligus penasaran (hayo loh) dengan pemilihan softlens yang tepat untuk mata saya. Intinya jangan terlalu tergiur dengan warna softlens yang cantik, apalagi dimata modelnya yang difoto. Belum tentu sama cantiknya cuy kalo kamu yang pake #hiks. 

So far yang saya cocok banget dan berani untuk beli adalah Freshkon dan Freshlook. Sayang sekali selain lumayan pricey, kebanyakan varian dari merk tersebut adalah monthly disposable softlens yang hanya boleh dipakai selama satu bulan. Sementara saya termasuk jarang pakai softlens, tapi perlu banget untuk saat-saat tertentu. Love hate relationship saya dengan softlens bening sebenarnya serba salah juga ya, secara medis softlens bening memang lebih aman untuk mata kita, dan nyaman pula di pakainya. Tapi mengingat resiko ke-sleboran yang mungkin terjadi seperti tadi, jadi saya menimbang-nimbang lagi untuk beli softlens bening. 

Baru-baru ini saya searching di Lensza.co.id dan menemukan Freshlook 1 Day softlens, mungkin ini jadi incaran saya selanjutnya. Saya belum pernah juga mencoba 1 day disposable softlens, bisa jadi ini jauh lebih hemat sebab ga perlu rugi softlens nya ga terpakai, karena sekali pakai aja sisanya bisa disimpan. Biasanya 1 day softlens juga dijual satu box dengan isi beberapa pasang softlens yang bisa disimpan, dan tentunya lebih steril. 

Semoga review dan cerita kali ini berguna bagi teman-teman yang mau cari softlens menemukan jodohnya yang tepat. Bukan berarti softlens yang saya sebutkan di atas tidak bagus ya, buktinya banyak review bagus yang pakai, apalagi softlens bening. Hanya saja tetap utamakan yang nyaman, sebab ini cukup beresiko karena berhubungan langsung dengan karunia Allah yang besar dan tak bisa terganti dengan apa pun. Sayangi matamu ya, be picky for your eyes and treat them right! Sampai jumpa dengan petualangan softlens selanjutnya! Wassalamualaikum..

No comments:

Post a Comment