Wednesday, August 26, 2015

Menikah itu.....

Menikah itu apa sih?


Menyatukan sepasang manusia dalam ikatan halal..
Menapaki hidup baru bersama pasangan...
Menjalin tali silaturahim...

Menikah itu.....

ada yang melindungi dan terlindungi...
ada yang memimpin dan dipimpin...

Tujuan menikah itu apa?

ya...membangun rumah tangga...


terus kalau sudah terbangun rumah tangga, mau apa?

hmmmm... ya meneruskan keturunan...sampai anak cucu cicit..


Dulu, beberapa tahun lalu, tujuan menikah bagi saya pribadi, yaitu ya pengen hidup sama soulmate, bahagia sampai maut memisahkan. Meneruskan keturunan, saya tetap sebagai wanita yang bekerja, sekaligus mengurus keluarga (jujurnya gak gitu sih). Intinya bisa punya partner hidup dan menurut saya kebahagiaan bisa dicapai dengan itu.
Tipe partner hidup saya seperti apa?
yang utamanya harus baik, setia, tampang minimal enak dilihat lah, dan mapan.

semakin berumur semakin mulai mengkritisi, tau orang itu baik darimana? yakin dia bakal setia sama kamu sampai akhir? apa ada orang yang tampangnya enak dilihat mau pilih kamu yang biasa aja? cari yang mapan, apa situ oke?

Secetek itu pemikiran saya tentang sebuah pernikahan. Ya, sekarang memang masih cetek sih, tapi sudah saya pahami bahwa sebuah pernikahan itu sunnah yang nyaris diwajibkan melebihi ibadah lainnya.


“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah : Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah, budak yang menebus dirinya dari tuannya, pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” 
(HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)

Di antara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang.  
(HR. Abu Ya’la dan Thabrani)




Sejatinya makhluk hidup diciptakan berpasang-pasangan, begitu pula manusia. Cuma pasangannya ini entah berpencar kemana-mana jadinya sampai sekarang banyak yang masih terpisah, heheheh.

Kalau dulu tujuan saya menikah itu selain disyariatkan oleh agama dan membangun rumah tangga, adalah punya pasangan hidup. Berhubung kalau di lingkungan pergaulan ada yang predikatnya "jomblo" nah mungkin saya sudah meraih dobel Oscar karena jomblo dari lahir..wkwkwkwkwk

Sekarang saya bersyukur sekali Allah jauhkan dari pria-pria "ga bener" di luar sana. Saya bukan berbicara semua pria loh, tapi beberapa oknum saja. Alhamdulillah Allah selamatkan saya. Kalau dulunya saya masih punya niatan untuk cari pacar kemudian menikah, lain sekarang sama sekali saya mau jauhin tuh trend pacaran. Sia-sia dong predikat jomblo selama ini kalau dihancurkan dengan sekali pacaran? ga jadi dapet dobel Oscar nanti :p (anti mainstream dong) biasanya hancur predikat gara-gara jomblo, sekarang takut hancur predikat jomblo nya gara-gara pacaran.

Alhamdulillah Allah sampai saat ini gak kasih saya kesempatan untuk menemukan "cowok yang tepat" untuk saya jadikan pacar. Saya percaya suatu saat nanti Allah kasi liat "Lelaki yang tepat" untuk dijadikan partner hidup, bukan pacar.

Balik ke persoalan menikah.......

Sekarang, tujuan menikah kita seharusnya diluruskan untuk niatan ibadah. Saya sedang berusaha meluruskannya Insyaallah dengan izinNya. Dengan menikah, separuh agama kita dilengkapi, artinya apa? Insyaallah dosa-dosa kita diampuni, hidup kita diberkahi, rezeki dijamin Allah sudah pasti. Separuhnya lagi kita lengkapi dengan apa dong? Kalau bagi wanita, hanya dengan bertaqwa kepada Allah, sholat, puasa, dan menjaga kehormatannya serta taat suami, silahkan masuk syurga dari pintu mana yang kamu mau, kata Allah. Bagi pria nya begitu juga, tanggung jawab atas apa yang dipimpin, menafkahi dan memuliakan istri, dan utamakan taqwa kepada Allah swt.

Kalau persoalan menikah hanya siap tidak siap, dan mau tidak mau, saya juga mau menikah sekarang. Tapi ingat, cuma Allah yang Maha Tahu kita siap nggak siap nya. Saya juga mau menikah, tapi pertanyaannya, sudah siapkah?
Sudah baikkah ibadah saya? sudah baikkah ilmu saya? sementara nanti tugas saya adalah menjadi istri yang shalihah dan menjadi guru bagi anak-anak saya.
Sudah baik kah perilaku saya terhadap orang tua dan keluarga? sementara nanti saya akan punya dua pasang orang tua, dan jumlah keluarga yang bertambah.
Sudah bisa kah kamu mengatur keuangan pribadi? sementara nanti saya akan dimintai pertanggungjawaban atas itu semua.
Minimal, sudah bisa kah saya mengurus diri sendiri dengan apik? sementara nanti saya harus memastikan bahwa suami dan anak-anak saya dapat makan bergizi, perlengkapan cukup, dan hidup nyaman di rumah dengan keterampilan saya dalam urusan rumah tangga.

Memang kalau siap gak siap, manusia gak akan nemu titik dimana dia siap seutuhnya. Cuma Allah yang tau kapan kita siap. Mau saya berjodoh dengan seseorang besok, lusa, tahun depan atau mungkin jodohnya di akhirat, semua cuma Allah yang Maha Tahu.

Saya cuma bisa mempersiapkan diri, memanfaatkan potensi diri sebesar-besarnya untuk memberi manfaat bagi orang banyak, berbakti kepada orang tua, dan meningkatkan ibadah. Hal-hal kecil seperti memasak, ngurus rumah, dan lain-lain saya pelajari sambil jalan.

Untuk kriteria partner hidup dari beberapa tahun lalu, sampai sekarang sudah berubah 180 derajat.
saya cuma cari 1 kriteria utama dan beberapa kriteria lanjutan. Kriteria utama adalah yang baik ilmu agamanya, karena dengan 1 kriteria utama itu, akan banyak hal yang menjadi kriteria selanjutnya yang Insyaallah dapat terpenuhi. Karena seseorang yang paham akan agama, Insyaallah iman nya baik, dia mengerti kewajibannya sebagai seorang hamba Allah, sebagai pemimpin, sebagai seorang suami, sebagai seorang ayah, dan menjalani hidup dengan sebaik-baiknya. Serta tujuan menikah, yaitu mengarungi bahtera kecil dengan beribadah, untuk mencapai tujuan yaitu ridha Allah akan tercapai secara sempurna.


Doa ku untuk para muslimah yang ingin segera menikah, semoga didekatkan jodohnya, dipermudah urusannya, diberikan kerberkahan hidupnya, Aamiin...

Jangan sibuk menunggu atau mencari, sibuklah memperbaiki diri, bertaqwa pada-NYA dan wujudkan mimpi-mimpi muliamu. :)


Salam Jomblo Mulia..




(pics from google, jangan baper yah T__T)




No comments:

Post a Comment